Rizki Juniansyah Persiapkan Diri Menuju Olimpiade 2028 dengan Fokus di Kelas 79 Kg

Menatap Olimpiade Los Angeles 2028, lifter kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah, akan memfokuskan diri pada kelas 79 kg. Keputusan ini diungkapkan oleh pelatihnya, Triyatno, yang juga merupakan mantan lifter andalan Merah Putih. Evaluasi mendalam dilakukan setelah penampilan Rizki di Kejuaraan Asia Angkat Besi 2024 yang berlangsung di Jiangshan, China, pada 9-15 Mei lalu.

Pada kejuaraan tersebut, Rizki turun di kelas 81 kg dan berhasil meraih dua medali perak serta satu perunggu dengan total angkatan terbaik 358 kg. Rinciannya adalah 161 kg pada angkatan snatch dan 197 kg pada angkatan clean and jerk. Triyatno memberikan apresiasi atas pencapaian Rizki, mengingat kondisi fisiknya saat itu tidak sepenuhnya prima.

"Menurut saya penampilan Rizki di Kejuaraan Asia ini cukup mengesankan karena saat latihan sebenernya belum mencapai angkatan tersebut. Ditambah (ada) robek pada kapalan di jempol kanan kiri yang mengakibatkan hilang fokusnya. Jadi sudah bagus dengan hasil tersebut," ungkap Triyatno.

Meskipun meraih hasil yang relatif memuaskan, Rizki berpotensi untuk tidak tampil di kelas spesialisnya, yaitu 73 kg dan 81 kg, pada kejuaraan-kejuaraan mendatang. Triyatno menjelaskan bahwa Rizki akan sepenuhnya fokus pada kelas 79 kg dan meningkatkan intensitas latihannya.

Rizki sendiri telah mengetahui rencana perubahan kelas ini dan menyatakan kesiapannya untuk menyesuaikan diri dengan program latihan yang baru. Ia menyadari bahwa perubahan kelas ini akan membutuhkan penyesuaian signifikan dalam hal nutrisi dan peningkatan power.

"Saya kan naik kelas dari 73kg ke 79kg, saya mungkin akan lebih memperhatikan nutrisi dan menambah powernya. Karena naik berat badan satu dua kilo itu tetap membutuhkan power yang besar di angkat besi, sehingga daging dan sayur sangat dibutuhkan," ujar Rizki.

Lifter berusia 21 tahun ini tidak ingin mengalami penurunan performa setelah naik kelas. Oleh karena itu, ia tidak hanya berencana untuk menambah porsi latihan, tetapi juga akan menjaga pola makannya dengan ketat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa peningkatan berat badan seiring dengan peningkatan tenaga, bukan hanya penambahan lemak.

"Jangan sampai naik kelas tapi boyor enggak ada tenaga cuma lemak saja. Jadi saya usahakan makan diatur tapi latihannya tetap ditambah."

Rizki juga mengungkapkan bahwa ia sudah terbiasa dengan perubahan berat badan, baik naik maupun turun. Namun, ia mengakui bahwa meningkatkan berat badan membutuhkan upaya yang lebih besar karena beban yang harus diangkat juga akan semakin berat.

"Tapi naik kelas dan turun kelas sebenarnya sama saja karena sudah terbiasa. Saya pernah turun kelas 5-10 kg, dan meningkatkan pun juga sama saja. Tapi naik (berat badan) yang lebih susah karena bebannya harus meningkat lebih besar lagi," pungkas Rizki.

Dengan fokus dan persiapan yang matang, Rizki Juniansyah diharapkan dapat memberikan yang terbaik bagi Indonesia di Olimpiade Los Angeles 2028.