Luapan Air Hanyutkan Asa Pedagang Kayu Gede: Banjir Terjang, Kerugian Tak Terkira
Hujan deras yang mengguyur kawasan Kayu Gede 1, Serpong Utara, Tangerang Selatan, pada Selasa (13/5/2025) sore, menyebabkan banjir dengan ketinggian mencapai 140 sentimeter. Dampaknya sangat terasa bagi warga setempat, terutama para pemilik usaha kecil yang terpaksa menanggung kerugian besar akibat tempat usaha mereka terendam.
Dewi (53), seorang pemilik warung kelapa, menjadi salah satu korban yang paling terpukul. Ia mengungkapkan bahwa seluruh barang dagangannya hanyut terbawa arus banjir yang datang tiba-tiba. "Awalnya air hanya sedikit, tapi kemudian naik dengan cepat hingga melebihi tinggi badan saya, sekitar satu meter lebih," ujarnya dengan nada sedih, Rabu (14/5/2025).
Dewi menceritakan bagaimana air bah datang begitu cepat sehingga ia tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya di warung. Kondisi ini diperparah karena warungnya sedang kosong saat kejadian. "Saya kira tidak akan banjir karena dari siang cuaca panas. Tapi ketika saya kembali dari shalat Maghrib, air sudah tinggi. Warung saya kosong, tidak ada yang menjaga. Semua barang hanyut, tidak ada yang bisa diselamatkan," jelasnya.
Selain kehilangan seluruh dagangan kelapanya, Dewi juga harus merelakan peralatan usahanya seperti lemari es dan perlengkapan lainnya rusak berat. Ia memperkirakan kerugiannya mencapai jutaan rupiah, mengingat warungnya adalah sumber penghasilan utama keluarganya. Banjir kali ini, menurut Dewi, merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan biasanya terjadi setiap lima tahun sekali.
"Memang saya asli sini. Sejak dulu, lima tahun sekali pasti banjir. Kami berharap pemerintah bisa mencari solusi, jangan tiap lima tahun warga di sini kebanjiran terus," harapnya.
Nasib serupa juga dialami oleh Budi (30), seorang pemilik warung kelontong di Kayu Gede 1. Ia juga tidak menyangka bahwa banjir kali ini akan separah ini. "Dari jam tujuh malam mulai naik, airnya deras banget. Saya tidak bisa menyelamatkan barang, semua tenggelam, termasuk motor," tuturnya.
Budi mengungkapkan bahwa cuaca yang sebelumnya panas membuatnya lengah dan tidak mengira akan terjadi banjir besar. Akibatnya, berbagai barang dagangannya seperti sabun, roti, dan kebutuhan rumah tangga lainnya rusak dan tidak dapat dijual kembali. Ia memperkirakan kerugiannya mencapai lebih dari Rp 10 juta.
Pasca banjir, warga Kayu Gede 1 bergotong royong membersihkan rumah dan warung mereka. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan menyatakan bahwa banjir mulai surut sejak pukul 01.15 WIB.
"Alhamdulillah sudah surut, mulai surut sekitar jam 01.15," ujar Komandan Regu Satgas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiriyawan, saat dikonfirmasi, Rabu.