Pemkot Depok Intensifkan Pendampingan Psikologis Siswa SD Pasca Insiden Tawuran

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah proaktif dalam merespons insiden tawuran yang melibatkan siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Cilangkap beberapa waktu lalu. Fokus utama saat ini adalah memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa yang terlibat, serta orang tua mereka.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Nessi Annisa Handari, menjelaskan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk mengatasi potensi masalah psikologis yang mungkin timbul akibat kejadian tersebut. Program pendampingan ini dirancang untuk berkelanjutan dan komprehensif, mencakup siswa dan orang tua.

Selain pendampingan psikologis, Pemkot Depok juga akan mengoptimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Kekerasan yang telah dibentuk di setiap sekolah. Satgas ini akan diberikan instruksi khusus untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap siswa, serta memperkuat mental mereka agar terhindar dari perilaku tawuran.

Insiden tawuran yang melibatkan siswa SD ini terjadi di kawasan Cilangkap, Tapos, Kota Depok. Video amatir yang beredar menunjukkan sekelompok siswa berseragam pramuka berlarian di jalan perumahan sambil membawa penggaris panjang dan saling menyerang. Bahkan, terlihat dua siswa yang diduga menggunakan senjata tajam.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, membenarkan adanya peristiwa tawuran antar siswa dari dua SD negeri di Cilangkap. Menurutnya, tawuran tersebut berhasil dibubarkan oleh warga setempat dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Langkah-langkah yang Diambil Pemkot Depok:

  • Pendampingan psikologis kepada siswa dan orang tua
  • Koordinasi dengan Satgas Pencegahan Kekerasan di sekolah
  • Peningkatan pembinaan dan pengawasan siswa
  • Penguatan mental siswa untuk mencegah tawuran

Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Pemkot Depok, yang berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi seluruh siswa. Upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di kalangan pelajar akan terus ditingkatkan melalui berbagai program dan kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.