Investasi Asing Kembali Meramaikan Bursa Efek Indonesia Seiring Redanya Ketegangan Dagang AS-China

Pasar Modal Indonesia Bergairah Ditopang Sentimen Positif Global

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif dengan lonjakan signifikan sebesar 2,2% pada hari Rabu (14/5/2025), mencapai level 6.980. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, menandakan potensi pembalikan arah setelah periode tekanan yang dialami sejak awal tahun.

Menurut Hendra Wardana, analis pasar modal dari Stocknow.id, keberhasilan IHSG menembus resistance kuat di angka 6.945 bukan hanya pencapaian teknikal, tetapi juga indikasi meredanya tekanan penurunan indeks. Arus modal asing yang deras, dengan net buy sebesar Rp 2,8 triliun di pasar reguler, semakin memperkuat sinyal positif ini. Hal ini menunjukkan peningkatan kepercayaan investor global terhadap pasar negara berkembang, khususnya Indonesia.

Katalis utama dari perubahan sentimen ini adalah indikasi penurunan tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Pengumuman mengenai total reset dalam hubungan dagang kedua negara, ditambah dengan pernyataan yang lebih akomodatif dari Presiden dan Menteri Keuangan AS, serta gencatan senjata 90 hari dalam penerapan tarif, memberikan harapan akan normalisasi rantai pasok dan stabilisasi harga komoditas global.

Reaksi pasar terhadap perkembangan ini sangat positif. Indeks saham di berbagai negara Asia, seperti Hang Seng dan Kospi, mengalami lonjakan, dan nilai tukar rupiah menguat ke kisaran Rp 16.550 per dollar AS. Dari sudut pandang teknikal, penembusan level resistance di 6.945 membuka peluang bagi IHSG untuk menguji level psikologis 7.000 dalam jangka pendek. Jika sentimen positif terus berlanjut, bukan tidak mungkin indeks akan mencapai area 7.050–7.100 pada akhir pekan.

Sektor Perbankan Jadi Penggerak Utama Kenaikan

Sektor perbankan memegang peranan penting dalam mendorong kenaikan IHSG, dengan saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) seperti BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI mencatatkan kenaikan signifikan antara 3 hingga 6,6 persen. Masuknya dana asing ke saham-saham perbankan ini menegaskan bahwa investor institusional global mulai mencari aset-aset dengan fundamental yang kuat dan likuid di tengah prospek makro yang stabil. Saham-saham emiten berbasis energi dan industri seperti TPIA, PTRO, dan MBMA juga menarik perhatian pasar.

Dengan kombinasi sentimen global yang membaik, perbaikan teknikal IHSG, dan aliran dana asing yang kuat, pasar modal Indonesia memasuki fase optimisme baru. Meskipun demikian, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan disiplin dalam manajemen risiko, sambil menunggu konfirmasi lebih lanjut bahwa pemulihan ini bersifat struktural dan berkelanjutan.

Saham-saham yang direkomendasikan untuk perdagangan hari ini antara lain:

  • BBRI (beli, target Rp 4.200)
  • PGAS (beli, target Rp 1.735)
  • MBMA (beli, target Rp 382)
  • PTRO (beli, target Rp 3.200)