Anjasmara: Dari Layar Kaca Hingga Matras Yoga, Produktivitas Tanpa Batas di Usia Mendekati 50

Aktor senior Anjasmara Prasetya membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Menjelang usia 50 tahun, ia justru semakin aktif dan melebarkan sayap di berbagai bidang. Dikenal luas sebagai aktor yang malang melintang di dunia sinetron dan film, Anjasmara kini juga dikenal sebagai instruktur yoga yang bersertifikasi.

Perjalanan Anjasmara menekuni yoga bermula dari pengalaman pribadi mengatasi stres di awal tahun 2000-an. Sempat mencoba meditasi namun justru merasakan pegal-pegal di badan, ia kemudian menemukan buku yang membimbingnya untuk menggabungkan meditasi dan yoga. Bersama sang istri, Dian Nitami, Anjasmara mulai belajar yoga secara serius.

"Aku belajar yoga dan 2013 Dian sama guru yoganya Dian maksain aku buat ambil training. 2013 akhir aku lulus (sekolah yoga) 200 jam, terus akhirnya jadi ngajar yoga deh," ungkap Anjasmara saat ditemui di sebuah acara televisi di Jakarta, belum lama ini.

Anjasmara berhasil meraih lisensi sebagai pelatih yoga setelah menyelesaikan pendidikan formal di bidang tersebut. Ia mengakui bahwa proses untuk mendapatkan lisensi tersebut tidaklah mudah, membutuhkan waktu dan dedikasi untuk menempuh pelatihan intensif.

"Ambil sekolahnya minimal 200 jam, nambah lagi jadi 500 jam, nambah lagi. (Ngajar) perorangan ada, tapi jarang, lebih ke grup sama ke event," jelasnya.

Kendati aktif sebagai instruktur yoga, Anjasmara tidak meninggalkan dunia hiburan yang telah membesarkan namanya. Ia tetap eksis di layar kaca dan layar lebar, baik sebagai aktor maupun di belakang layar.

Karier Anjasmara di dunia entertainment dimulai sebagai model sebelum akhirnya terjun ke dunia akting. Namanya melejit berkat perannya sebagai Cecep dalam sinetron populer "Wah Cantiknya". Ia mengenang masa-masa tersebut sebagai puncak popularitasnya.

Anjasmara juga merasakan perubahan signifikan dalam proses produksi sinetron dari waktu ke waktu. Dulu, syuting satu episode sinetron membutuhkan waktu satu minggu, kemudian berkurang menjadi lima hari, lalu tiga hari, hingga kini satu episode bisa diselesaikan dalam setengah hari.

Selain menjadi aktor, Anjasmara juga menunjukkan kemampuannya di balik layar dengan menjadi manajer produksi film "Mudik", produser untuk film "Suami-suami Takut Istri the Movie" dan beberapa judul lainnya, serta sinetron "Suami-suami Takut Istri", "Abdel dan Temon Bukan Superstar", "My Heart", dan produser eksekutif untuk "Aku Gak Takut".

Bagi Anjasmara, setiap peran memiliki nilai dan daya tarik tersendiri.

  • Yoga memberikan ketenangan batin.
  • Akting di depan kamera memberikan sensasi berada di puncak keindahan.
  • Menjadi produser memberikan kepuasan karena dapat menciptakan bintang.

"Kuncinya ya fokus saja gak ada yang lain. Fokus sama apa yang kita jalani, telaten, sama sabar," pesan Anjasmara tentang rahasia kesuksesannya.