Danantara Evaluasi Potensi Kolaborasi dengan Boeing dan Garuda Indonesia Pasca-Pandemi

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah melakukan kajian mendalam terkait potensi kerja sama strategis dengan produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat, Boeing, serta maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia. CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari rencana yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

Menurut Rosan, pembahasan saat ini difokuskan pada bagaimana menghidupkan kembali proyek kerja sama tersebut, termasuk kemungkinan penyesuaian atau revisi terhadap rencana awal. Tim dari Garuda Indonesia dan Danantara secara intensif melakukan evaluasi untuk memastikan keselarasan dengan kondisi dan kebutuhan terkini.

Meski demikian, detail spesifik mengenai bentuk kerja sama yang akan dijalin antara Boeing, Danantara, dan Garuda Indonesia belum diungkapkan secara rinci oleh Rosan. Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah sedang menjajaki potensi penambahan armada pesawat untuk Garuda Indonesia dengan menggandeng Boeing. Hal ini didasari pada pertimbangan bahwa Boeing telah melakukan penyempurnaan signifikan pada sistem dan teknologi pesawat terbang mereka, yang telah memperoleh persetujuan dari berbagai negara.

Erick Thohir menjelaskan bahwa Indonesia memiliki riwayat kontrak pengadaan pesawat dengan Boeing, namun implementasinya tertunda akibat insiden kecelakaan pesawat yang terjadi. Kini, dengan adanya inovasi dan perbaikan sistem yang dilakukan Boeing, pemerintah kembali mempertimbangkan untuk melanjutkan rencana tersebut melalui kontrak baru dengan volume yang setara.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyampaikan informasi mengenai rencana Garuda Indonesia untuk mengakuisisi hingga 100 unit pesawat pada akhir tahun 2025. Pengadaan ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan produsen pesawat terkemuka, Airbus dan Boeing. Informasi ini disampaikan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto pada saat peluncuran Badan Pengelola Investasi Danantara.

Wamenperin Faisol Riza menambahkan, rencana pembelian pesawat oleh Garuda Indonesia akan terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang. Pemerintah Indonesia berharap, dengan hadirnya BPI Danantara, rencana ambisius ini dapat terealisasi dengan lancar, memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional dan mendukung pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia.