Waspada Sakit Kepala: Kenali Perbedaan Gejala Sakit Kepala Biasa dan Indikasi Stroke Berdasarkan Penjelasan Dokter
Kabar duka menyelimuti keluarga Najwa Shihab dengan berpulangnya sang suami di usia 47 tahun akibat stroke. Usia yang relatif muda untuk seorang pasien stroke, memunculkan pertanyaan tentang peningkatan kasus stroke pada usia muda. Menurut dr. Reza Aditya Arpandy, SpS, Direktur Medik dan Keperawatan RS PON, stroke pada kelompok usia muda didefinisikan sebagai kejadian stroke pada usia di bawah 45 tahun.
Beliau menjelaskan bahwa tren secara nasional dan global menunjukkan adanya peningkatan proporsi kasus stroke pada kelompok usia muda dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa stroke yang terjadi di usia 40-an termasuk dalam kategori stroke usia muda yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Sakit kepala seringkali menjadi keluhan umum, tetapi penting untuk mengenali perbedaan antara sakit kepala biasa dan sakit kepala yang menjadi pertanda stroke. Menurut dr. Reza, karakteristik sakit kepala akibat stroke berbeda tergantung pada jenis stroke yang dialami pasien.
Pada stroke perdarahan (hemoragik), sakit kepala biasanya muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat hebat, dengan intensitas nyeri yang tinggi. Sementara itu, pada stroke iskemik, yang disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah otak, sakit kepala mungkin muncul, tetapi umumnya bersifat ringan hingga sedang, tidak separah yang terjadi pada stroke perdarahan.
Selain intensitas sakit kepala, ada beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai dan segera diperiksakan ke rumah sakit. Gejala-gejala tersebut antara lain:
- Mulut yang mencong ke satu sisi
- Bicara yang tidak jelas atau pelo
- Kelemahan anggota gerak pada satu sisi tubuh
Dr. Reza menekankan bahwa jika sakit kepala muncul secara mendadak dan disertai gejala-gejala tersebut, maka kondisi ini harus segera dicurigai sebagai stroke dan memerlukan pemeriksaan medis segera.
Keberhasilan penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan tindakan medis. Pasien yang tiba di rumah sakit dalam periode emas (golden period), yaitu tiga hingga empat jam setelah gejala stroke iskemik muncul, memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal.
Pada kasus stroke hemoragik atau perdarahan otak, penanganan yang cepat sangat krusial. Pecahnya pembuluh darah dalam otak menyebabkan perdarahan dan menghentikan suplai nutrisi serta oksigen ke area tertentu di otak. Kondisi ini dapat merusak sel-sel dan jaringan otak dalam hitungan menit.