Chery Berpotensi Raih Insentif Kendaraan Hybrid untuk Tiggo 8 CSH, Harga Bisa Lebih Kompetitif?

Chery Berpeluang Dapatkan Subsidi Mobil Hybrid, Harga Tiggo 8 CSH Bisa Lebih Terjangkau?

Chery Indonesia tengah berupaya memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk model Tiggo 8 CSH yang dirakit secara lokal di fasilitas produksi mereka di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini krusial untuk membuka peluang mendapatkan insentif kendaraan elektrifikasi dari pemerintah.

Apabila hasil penilaian menunjukkan bahwa Tiggo 8 CSH telah memenuhi standar TKDN minimal sebesar 40 persen, Chery berencana mengajukan permohonan insentif khusus untuk kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Jika permohonan ini disetujui, Tiggo 8 CSH berpotensi menjadi model PHEV pertama dari Chery yang menerima dukungan fiskal dari pemerintah Indonesia.

Fokus utama dari diskusi ini adalah potensi dampak insentif terhadap harga jual Tiggo 8 CSH. Budi Darmawan, Sales Director Chery Sales Indonesia (CSI), menyatakan bahwa perusahaan terbuka terhadap semua kemungkinan. Ia menekankan bahwa saat ini Chery masih dalam proses pemenuhan kriteria yang ditetapkan pemerintah.

"Mengenai potensi penurunan harga, masih terlalu dini untuk memberikan kepastian. Kami terus berupaya memenuhi semua persyaratan yang ada. Apabila ada perkembangan terkait insentif yang bisa kami dapatkan, tentu akan kami informasikan," ujar Budi Darmawan.

Budi menambahkan bahwa peluang penurunan harga selalu ada, tergantung pada hasil evaluasi dan kebijakan pemerintah terkait insentif. Saat ini, Chery Tiggo 8 CSH dipasarkan dengan harga awal Rp 499 juta untuk 1.000 konsumen pertama. Harga ini dianggap cukup bersaing, mengingat rata-rata harga mobil PHEV di pasar saat ini jauh lebih tinggi.

Subsidi untuk kendaraan elektrifikasi, termasuk hybrid, merupakan bagian dari kebijakan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP). Pemerintah memberikan insentif sebesar 3 persen untuk kendaraan hybrid yang memenuhi persyaratan TKDN minimal 40 persen. Insentif ini berlaku untuk berbagai jenis kendaraan hybrid, termasuk full hybrid, mild hybrid, dan plug-in hybrid.

Saat ini, beberapa model hybrid seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Yaris Cross Hybrid, dan Honda CR-V Hybrid telah menerima insentif. Namun, belum ada model PHEV yang mendapatkan manfaat dari kebijakan ini. Chery berharap Tiggo 8 CSH dapat menjadi pionir dalam kategori PHEV yang menerima insentif pemerintah.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait potensi insentif untuk Chery Tiggo 8 CSH:

  • TKDN: Pencapaian TKDN minimal 40 persen menjadi kunci untuk memenuhi syarat insentif.
  • Jenis Insentif: Insentif yang diharapkan adalah pengurangan PPnBM sebesar 3 persen.
  • Dampak Harga: Insentif berpotensi menurunkan harga jual Tiggo 8 CSH.
  • Pionir PHEV: Tiggo 8 CSH berpeluang menjadi model PHEV pertama yang menerima insentif.
  • Kebijakan Pemerintah: Insentif merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk mendorong kendaraan elektrifikasi.

Dengan upaya yang terus dilakukan oleh Chery Indonesia, harapan untuk mendapatkan insentif bagi Tiggo 8 CSH semakin besar. Hal ini akan berdampak positif terhadap daya saing produk dan mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.