Pramono Anung Pertimbangkan Opsi Penanganan Tiang Monorel Mangkrak, Ahok Beri Masukan

Pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dengan mantan Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balai Kota membahas sejumlah isu strategis, salah satunya nasib tiang-tiang monorel yang terbengkalai. Ahok memberikan pandangannya terkait solusi yang mungkin diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Ahok menjelaskan, apabila secara hukum kepemilikan tiang-tiang tersebut berada di tangan Pemprov DKI, maka beberapa opsi dapat dipertimbangkan. Salah satu opsi yang ia lontarkan adalah pemotongan tiang-tiang tersebut. Opsi lainnya adalah dengan memberikan sentuhan estetika, misalnya dengan menanam tanaman di sekitar tiang. Namun, Ahok menekankan bahwa dirinya tidak lagi terlibat dalam pengambilan keputusan terkait proyek tersebut.

Selain isu monorel, pertemuan tersebut juga membahas mengenai kebijakan penggunaan transportasi umum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu, yang digagas oleh Gubernur Pramono. Ahok mendukung penuh kebijakan tersebut dan bahkan mengusulkan pemberian insentif kepada masyarakat luas yang menggunakan transportasi umum. Insentif yang ia usulkan berupa voucher belanja, sebagai bentuk apresiasi dan daya tarik bagi masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. Ia berharap usulan ini dapat dipertimbangkan oleh Gubernur Pramono.

Lebih lanjut, Ahok menyampaikan keyakinannya bahwa Gubernur Pramono akan melanjutkan program-program pembangunan yang telah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya. Fokus utama saat ini adalah bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meskipun demikian, Ahok menekankan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan lebih banyak membahas hal-hal ringan seperti kondisi kantor, rumah dinas, dan suasana kerja.

Berikut daftar poin-poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut:

  • Penanganan tiang monorel mangkrak.
  • Kebijakan penggunaan transportasi umum bagi ASN.
  • Usulan pemberian insentif bagi pengguna transportasi umum.
  • Kelanjutan program-program pembangunan sebelumnya.
  • Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
  • Diskusi ringan mengenai kondisi kantor dan suasana kerja.