Dari Sablon ke Sandal: Kisah Sukses D'Sandals Store Menembus Pasar Global Berkat Platform Digital

Di tengah dinamika persaingan bisnis, kisah Sonny Agustina, pendiri D'Sandals Store dari Bogor, Jawa Barat, menjadi inspirasi. Sempat terpuruk akibat bisnis sablon yang mengalami kendala, Sonny berhasil bangkit dan mengembangkan bisnis sandal lokalnya hingga merambah pasar internasional melalui platform e-commerce.

Perjalanan bisnis Sonny tidak selalu mulus. Dimulai pada tahun 2007, D'Sandals Store sempat mengalami pasang surut, bahkan nyaris bangkrut. Sebelum fokus pada alas kaki, Sonny sempat berkecimpung di bisnis sablon. Namun, masalah dengan konsumen yang berujung pada denda besar memaksanya menutup usaha tersebut. Kehilangan seluruh modal dan sumber penghasilan membuatnya terpuruk. Namun, semangat pantang menyerah mendorongnya untuk bangkit.

Dengan modal seadanya dan dorongan dari keluarga, Sonny memberanikan diri membuka usaha sandal. Awalnya, D'Sandals Store hanya memproduksi sandal pria dengan skala kecil. Usaha ini pun tidak bertahan lama karena masalah dengan merek lokal yang lebih besar. Sonny sempat kembali ke bisnis sablon untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Meski demikian, hasratnya untuk berbisnis sandal tidak pernah padam. Selama enam tahun, Sonny mengumpulkan modal, belajar dari pengalaman teman-teman di industri alas kaki, dan bahkan menjadi pengecer produk sandal merek lain di sebuah mal di Bogor. Kegigihan Sonny akhirnya membuahkan hasil pada tahun 2019, ketika ia memutuskan untuk membuka kembali D'Sandals Store.

Pandemi Covid-19 membawa dampak yang tidak terduga bagi bisnis Sonny. Di saat banyak usaha mengalami kesulitan, D'Sandals Store justru kebanjiran pesanan. Sonny bahkan melakukan pengiriman hingga tiga kali seminggu, dengan volume mencapai beberapa kontainer. Ia memberdayakan masyarakat lokal dengan mempekerjakan 200 orang karyawan dari berbagai daerah dan mengelola 50 rumah produksi.

Titik balik lainnya adalah ketika Sonny memutuskan untuk bergabung dengan platform e-commerce Shopee. Meski awalnya menemui kendala, Sonny gigih membangun toko online-nya dari nol. Ia aktif memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan Shopee, seperti live shopping, promo, dan iklan. Hasilnya, toko online D'Sandals Store kini memiliki ribuan pengikut dan penjualan terus meningkat.

Rata-rata, Sonny menerima sekitar 20 resi pesanan per hari melalui Shopee, dengan setiap resi berisi tiga hingga empat produk. Ini berarti sekitar 80 produk terjual setiap bulan. Yang lebih membanggakan, D'Sandals Store kini telah menembus pasar ekspor ke negara-negara seperti Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Dalam momen-momen kampanye besar seperti Shopee Big Ramadan Sale dan Shopee 12.12 Birthday Sale, penjualan D'Sandals Store bisa meningkat hingga lima kali lipat. Dengan harga produk yang berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 90.000, Sonny mampu meraup keuntungan rata-rata Rp 20 juta per bulan.

Sonny menekankan pentingnya kualitas produk dan harga yang terjangkau. Ia menjamin kualitas produk D'Sandals Store dan menggunakan bahan baku lokal berkualitas tinggi. Kisah sukses Sonny Agustina dan D'Sandals Store membuktikan bahwa dengan kegigihan, inovasi, dan pemanfaatan platform digital, bisnis lokal mampu bersaing dan meraih kesuksesan di pasar global.

  • Awal Mula: Sonny memulai bisnis sandal D'Sandals Store pada tahun 2007.
  • Sempat Terpuruk: Pernah mengalami kegagalan bisnis sablon dan kesulitan modal.
  • Bangkit Kembali: Membuka kembali D'Sandals Store pada tahun 2019.
  • Berkah Pandemi: Penjualan meningkat pesat selama pandemi Covid-19.
  • Go Digital: Memanfaatkan platform Shopee untuk penjualan online.
  • Ekspansi Global: Menembus pasar ekspor ke Filipina, Malaysia, dan Thailand.
  • Kunci Sukses: Kualitas produk, harga terjangkau, dan pemanfaatan platform digital.