Peluang Bagi Pendaftar Bermata Minus: Daftar Sekolah Kedinasan yang Menerima

Pendaftaran sekolah kedinasan untuk tahun 2025 diperkirakan akan segera dibuka, mengikuti pola tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dimulai pada bulan Mei. Bagi para calon taruna dan taruni, persiapan matang menjadi kunci utama, terutama dalam memahami persyaratan pendaftaran yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah kedinasan. Salah satu aspek yang sering menjadi perhatian adalah kondisi mata, khususnya bagi mereka yang memiliki masalah rabun jauh atau mata minus.

Beberapa sekolah kedinasan memiliki kebijakan ketat terkait kondisi mata, mengharuskan calon mahasiswa untuk memiliki penglihatan normal. Namun, kabar baiknya, terdapat sejumlah sekolah kedinasan yang memberikan kelonggaran bagi pendaftar dengan mata minus, tentu saja dengan batasan-batasan tertentu. Berikut adalah daftar sekolah kedinasan yang memberikan kesempatan bagi pendaftar dengan kondisi mata minus:

  • Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN: Pada penerimaan tahun 2024, PKN STAN memberikan kesempatan bagi calon taruna/taruni yang memiliki mata minus untuk mendaftar. Syarat fisik yang diajukan lebih menekankan pada kesehatan jasmani dan rohani, serta bebas dari narkoba. Selain itu, peserta tidak diperkenankan bertindik atau memiliki bekas tindik.
  • Politeknik Statistika STIS: Sekolah tinggi ini juga memberikan kelonggaran bagi pendaftar dengan mata minus, asalkan tidak melebihi batas ukuran 6 dioptri. Selain itu, calon mahasiswa tidak boleh mengalami buta warna.
  • Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN): STIN tidak mencantumkan larangan bagi pendaftar dengan mata minus dalam persyaratan pendaftaran tahun 2024. Namun, terdapat persyaratan lain seperti tidak boleh buta warna, tidak mengalami patah tulang, tinggi badan minimal 165 cm untuk laki-laki dan 160 cm untuk perempuan, serta tidak bertindik/bekas tindik dan tidak bertato/bekas tato.
  • Politeknik Siber dan Sandi Negara (SSN): Poltek SSN juga tidak secara eksplisit melarang pendaftar dengan mata minus. Persyaratan yang ditekankan adalah tidak mengalami buta warna total atau parsial, tidak cacat fisik dan mental, tidak memiliki penyakit bawaan atau menular, tidak bertato/bekas tato, tidak bertindik/bekas tindik, serta sehat jasmani dan rohani.
  • Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG): STMKG memberikan kesempatan bagi pendaftar dengan mata minus, dengan batasan maksimal lensa spheris minus (-) 4 D dan lensa silindris maksimal minus (-) 2 D. Pendaftar dengan mata minus juga harus bersedia menjalani pengobatan lasik dengan biaya sendiri jika dinyatakan lulus seleksi. Selain itu, peserta tidak boleh buta warna.

Informasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi para calon pendaftar sekolah kedinasan, khususnya bagi mereka yang memiliki masalah penglihatan. Penting untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari masing-masing sekolah kedinasan untuk mendapatkan persyaratan pendaftaran yang paling akurat dan terbaru.