Gaya Hidup Minim Gerak Picu Stroke di Usia Muda, Ini Solusi dari Dokter

Ancaman Stroke di Usia Muda Mengintai Akibat Kurangnya Aktivitas Fisik

Gaya hidup modern yang serba praktis dan minim gerak semakin mengkhawatirkan. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan lebih dari 30% masyarakat Indonesia kurang melakukan aktivitas fisik. Ironisnya, 96% warga juga tidak mencukupi kebutuhan konsumsi buah dan sayur. Kombinasi kedua faktor ini menjadi bom waktu bagi kesehatan, membuka pintu bagi berbagai penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, diabetes, dan obesitas.

Kementerian Kesehatan RI melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dr. Siti Nadia Tarmizi, telah menggarisbawahi bahwa kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi buah serta sayur menjadi penyebab utama melonjaknya kasus PTM. Lebih mengkhawatirkan lagi, usia penderita stroke kini semakin muda, bahkan menyerang generasi milenial dan Z. Faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi (diabetes), kebiasaan merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama stroke di usia muda.

Aktivitas Fisik Sebagai Benteng Pertahanan

Lantas, bagaimana cara memaksimalkan aktivitas fisik untuk menangkal ancaman stroke? dr. Elina Widiastuti, perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), menjelaskan bahwa aktivitas fisik bukan hanya sekadar membakar kalori, tetapi juga meningkatkan fungsi kognitif, meredakan kecemasan dan stres (yang juga dapat memicu stroke), serta memperkuat jantung dan pembuluh darah.

Berikut adalah beberapa jenis aktivitas fisik yang bisa dilakukan sehari-hari untuk meminimalisir risiko stroke:

  • Aerobik: Aktivitas seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, dan berenang sangat efektif untuk meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dianjurkan untuk melakukan aktivitas aerobik dengan intensitas sedang selama 3-5 kali seminggu, dengan total durasi 150-300 menit per minggu. Misalnya, berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, lima kali seminggu.
  • Penguatan Otot: Latihan kekuatan seperti gym, yoga, atau pilates juga tak kalah penting. Selain meningkatkan kekuatan dan kemampuan motorik, latihan ini juga membantu mengurangi risiko stroke berulang. Disarankan untuk melakukan latihan penguatan otot 2-3 kali seminggu.
  • Kurangi Kebiasaan Duduk: Sebisa mungkin hindari terlalu banyak duduk atau aktivitas sedentari (minim gerak). Jika pekerjaan menuntut untuk duduk dalam waktu lama, usahakan untuk berdiri dan bergerak setiap beberapa jam. Memperbanyak langkah kaki dalam sehari juga merupakan cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan aktivitas fisik.

Dengan menerapkan gaya hidup aktif dan sehat, kita dapat menjauhkan diri dari ancaman stroke, terutama di usia muda.