Konflik Lahan Parkir RSUD Tangerang Selatan, Puluhan Anggota Ormas Diamankan Polda Metro Jaya

Konflik Lahan Parkir RSUD Tangerang Selatan Berujung Penangkapan Massal

Polda Metro Jaya melalui Subdit Jatanras Ditreskrimum berhasil mengamankan sedikitnya 30 orang yang terlibat dalam kericuhan di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan. Insiden ini dipicu oleh sengketa pengelolaan lahan parkir yang melibatkan sebuah organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP).

Menurut keterangan AKBP Abdul Rahim, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kejadian bermula pada hari Rabu, 21 Mei 2025. Saat itu, anggota ormas PP melakukan serangkaian intimidasi terhadap vendor yang secara sah memenangkan tender pengelolaan lahan parkir di RSUD Tangerang Selatan sejak tahun 2017. Intimidasi ini berlangsung sejak siang hingga malam hari, menciptakan suasana yang tidak kondusif di area rumah sakit.

"Sejak siang hingga malam hari di RSUD Tangsel terjadi intimidasi yang dilakukan oleh ormas PP Tangsel kepada vendor pengelola lahan parkir," ujar AKBP Abdul Rahim.

Vendor yang menjadi korban intimidasi tersebut adalah pemenang lelang pengelolaan parkir yang sah sejak tahun 2017. Namun, ormas PP merasa telah lama menguasai lahan parkir tersebut, sehingga menolak untuk menyerahkan pengelolaan kepada pihak yang berhak.

Akibatnya, pihak RSUD Tangerang Selatan dan vendor pengelola parkir tidak dapat berbuat banyak. Praktis, retribusi parkir tidak masuk ke kas daerah, dan vendor mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Puncaknya terjadi ketika vendor mencoba memasang peralatan parkir pada hari Rabu, yang kemudian memicu tindakan intimidasi dan kekerasan dari anggota ormas PP.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengkonfirmasi penangkapan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa aparat kepolisian segera turun ke lokasi kejadian pada Rabu malam untuk mengamankan situasi dan menangkap para pelaku yang terlibat dalam kericuhan. Sebanyak 30 orang telah diamankan dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Benar, ada kejadian tersebut. Yang pasti anggota semalam langsung turun ke TKP," ujar Kombes Ade Ary.

Kasus ini masih dalam penanganan intensif pihak kepolisian. Investigasi mendalam akan dilakukan untuk mengungkap motif utama dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam sengketa lahan parkir ini. Polda Metro Jaya berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk premanisme dan pelanggaran hukum yang meresahkan masyarakat.