Korban Tanah Bergerak di Brebes Akhirnya Huni Hunian Sementara Setelah Sebulan Mengungsi

Ratusan warga Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang terdampak bencana tanah bergerak, akhirnya dapat bernapas lega. Setelah kurang lebih satu bulan hidup dalam kondisi pengungsian yang serba terbatas, sebanyak 130 kepala keluarga (KK) mulai menghuni hunian sementara (huntara) yang disediakan oleh pemerintah daerah pada Rabu (21/5/2025).

Relokasi pengungsi ke huntara ini merupakan langkah awal sebelum mereka mendapatkan hunian tetap yang saat ini masih dalam proses pengadaan. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, secara langsung memimpin proses pemindahan warga dari tenda-tenda pengungsian di Gunung Poh menuju ke kompleks huntara yang telah disiapkan.

Warga yang tiba di huntara langsung menempati unit-unit rumah semi permanen dengan ukuran 4x5 meter persegi. Bangunan huntara ini sendiri terbuat dari rangka baja ringan dengan dinding kalsibot, pintu tripleks, dan lantai semen. Beberapa fasilitas umum seperti kamar mandi dan dapur bersama juga telah disediakan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari para pengungsi.

Bupati Paramitha menyatakan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan bantuan kepada warga selama mereka tinggal di huntara. Bantuan tersebut meliputi dana sebesar Rp 10.000 per jiwa selama tiga bulan dari Kementerian Sosial serta suplai logistik berupa bahan makanan dari berbagai donatur. Pemerintah daerah juga berjanji akan mengupayakan percepatan proses relokasi warga ke hunian tetap agar mereka dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak.

"Huntara ini diharapkan menjadi tempat tinggal yang aman dan layak sampai hunian tetap siap," ujar Bupati Paramitha.

Meski merasa senang dapat pindah dari tenda pengungsian yang kurang nyaman, para pengungsi tetap berharap dapat segera memiliki hunian tetap yang layak. Tifa (18), salah seorang pengungsi, mengungkapkan keinginannya untuk kembali memiliki rumah seperti dulu agar dapat memberikan tempat tinggal yang nyaman bagi ibu dan adik-adiknya. Hal senada juga diungkapkan oleh Haris (37), warga lainnya, yang mengaku merasa tidak nyaman selama lebih dari sebulan tinggal di tenda pengungsian karena kurangnya privasi.

Bencana tanah bergerak yang melanda Desa Mendala pada pertengahan April lalu, dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Brebes selatan selama beberapa hari. Akibatnya, puluhan rumah mengalami kerusakan dan ratusan warga terpaksa mengungsi. Pemerintah daerah terus berupaya untuk menangani dampak bencana ini dan memberikan bantuan kepada para korban agar mereka dapat segera kembali menjalani kehidupan yang normal.