Sapi Simental Raksasa dari Banyumas Dipilih Prabowo Jadi Hewan Kurban
Menjelang Hari Raya Idul Adha, Presiden terpilih Prabowo Subianto menunjukkan kepeduliannya dengan menyumbangkan seekor sapi berukuran jumbo untuk dikurbankan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Sapi jenis Simental yang diberi nama Bawor ini, memiliki bobot lebih dari satu ton. Kusmaryanto, pemilik sapi sekaligus peternak lokal asal Desa Purbadana, Kecamatan Kembaran, mengungkapkan kebanggaannya karena sapinya terpilih untuk menjadi hewan kurban dari orang nomor satu di Indonesia tersebut. Sapi Bawor dibeli dengan harga Rp 93 juta.
"Awalnya, petugas dari Dinas Peternakan Banyumas mencari sapi dengan ukuran besar. Karena saya punya sapi Simental, akhirnya terpilihlah Bawor," ujar Kusmaryanto.
Kisah Bawor menjadi sapi kurban pilihan Prabowo bermula sekitar dua minggu lalu. Kusmaryanto dihubungi oleh perwakilan dari Sekretariat Presiden (Setpres) untuk menanyakan keberadaan sapi tersebut. Setelah itu, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah mengundangnya untuk melengkapi dokumen-dokumen administrasi seperti KTP, nomor rekening, dan NPWP.
Menurut Kusmaryanto, Prabowo secara khusus meminta agar sapi kurban yang dipilih berasal dari peternak lokal. Hal ini menunjukkan komitmen Prabowo untuk mendukung dan memberdayakan para petani di daerah.
Rencananya, daging kurban dari sapi Bawor akan didistribusikan kepada warga di Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Sapi Bawor akan dibawa ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tambaksari sehari setelah Idul Adha. Pertimbangan ini diambil karena ukuran sapi yang sangat besar sehingga penyembelihan di RPH dianggap lebih aman dan efisien.
Kusmaryanto memperkirakan, daging yang dihasilkan dari sapi Bawor cukup untuk memenuhi kebutuhan warga di tiga hingga empat Rukun Tetangga (RT). Dengan bobot hidup sapi yang mencapai satu ton lebih, diperkirakan daging yang dihasilkan mencapai 40 persen dari bobot hidupnya.
Terpilihnya Bawor sebagai sapi kurban Presiden Prabowo tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kusmaryanto sebagai pemilik, tetapi juga menjadi simbol dukungan bagi peternak lokal dan wujud kepedulian terhadap masyarakat Banyumas.