Antisipasi Cuaca Ekstrem, Jemaah Haji Diimbau Optimalkan Kesehatan Jelang Armuzna

Makkah, Arab Saudi – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus meningkat, jemaah dianjurkan untuk memprioritaskan kesehatan dan kebugaran fisik agar dapat melaksanakan rangkaian ibadah dengan optimal.

Dr. M. Imran, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dalam konferensi pers di Makkah, menyampaikan kekhawatiran atas dampak cuaca panas yang mencapai 46 derajat Celcius dan kepadatan jemaah terhadap kesehatan. Lebih dari 71 ribu jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah, dan jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai sekitar 203 ribu. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kelelahan, dehidrasi, dan memperburuk kondisi kesehatan jemaah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis.

Strategi menjaga kesehatan yang disarankan PPIH Arab Saudi meliputi:

  • Istirahat Cukup: Setibanya di Makkah, berikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi sebelum melaksanakan umrah wajib.
  • Hindari Paparan Matahari Langsung: Sebisa mungkin hindari beraktivitas di luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS), saat suhu mencapai puncaknya.
  • Hidrasi Optimal: Perbanyak konsumsi air, khususnya air zamzam. Jangan tunggu hingga merasa haus; idealnya minum sekitar 200 cc setiap jam saat beraktivitas.
  • Gunakan Masker: Bagi jemaah yang mengalami gejala batuk atau flu, gunakan masker untuk mencegah penyebaran penyakit.
  • Prioritaskan Ibadah Wajib: Jemaah dengan penyakit kronis disarankan untuk menghindari aktivitas berat seperti umrah sunah dan fokus pada ibadah ringan seperti zikir, tadarus, dan sedekah di hotel.

Bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, disarankan untuk menggunakan kursi roda saat tawaf dan sa'i. Pendampingan oleh jemaah yang lebih sehat atau lebih muda sangat dianjurkan. Apabila mengalami keluhan kesehatan, segera konsultasikan dengan petugas kesehatan.

Prosedur Jika Terpisah dari Rombongan di Masjidil Haram

PPIH juga memberikan panduan bagi jemaah yang terpisah dari rombongan di Masjidil Haram:

  • Ingat Pintu Masuk: Usahakan untuk mengingat pintu masuk awal Masjidil Haram.
  • Cari Petugas Haji: Segera cari petugas haji yang mengenakan pakaian ihram dan tanda pengenal "PETUGAS HAJI". Petugas PPIH sektor Masjidil Haram ditempatkan di sembilan pos di sekitar Masjidil Haram.

Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjaga kesehatan dan menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.