Skripsi Jokowi Era 80-an: Bareskrim Ungkap Penggunaan Mesin Tik dan Cetak Manual dalam Uji Forensik

Penyelidikan mendalam dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri terhadap skripsi sarjana Presiden Joko Widodo. Pemeriksaan ini tidak hanya berfokus pada keaslian ijazah, tetapi juga menelisik proses pembuatan skripsi yang disusun Jokowi saat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Skripsi berjudul "Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta" menjadi objek utama uji forensik. Dokumen yang merupakan syarat kelulusan Jokowi pada tahun 1985 dengan nomor mahasiswa 1681, diperiksa secara seksama oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa hasil penelitian Puslabfor menunjukkan skripsi tersebut diketik menggunakan mesin tik tipe pika. Jenis mesin tik ini lazim digunakan pada masa itu, dengan karakteristik 10 karakter per inci, berbeda dengan jenis huruf digital modern.

  • Mesin Tik Pika: Puslabfor memastikan penggunaan mesin tik tipe pika yang umum digunakan pada era 80-an.
  • Cetak Hand Press: Lembar pengesahan skripsi menunjukkan ciri khas cetakan hand press atau letter press, yang terasa tidak rata saat diraba.

Uji laboratorium forensik juga mencocokkan hasil pemeriksaan dengan keterangan dari pemilik percetakan yang digunakan saat itu. Kesesuaian ini mengindikasikan bahwa tidak ada proses cetak lain yang digunakan selain mesin tik dan alat cetak hand press atau letter press. Selain skripsi, ijazah asli Jokowi dengan nomor 1120 yang diterbitkan Fakultas Kehutanan UGM pada 5 November 1985, turut diperiksa. Pengujian laboratorium forensik membandingkan bahan kertas, sistem pengamanan, teknik cetak, tinta, serta tanda tangan dan cap stempel ijazah Jokowi dengan milik tiga rekan seangkatannya. Hasilnya menunjukkan identitas atau asal produk yang sama.

Investigasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa skripsi Jokowi dialihwujudkan ke format digital pada tahun 2016 dan diunggah ke dalam sistem Perpustakaan Terpadu Digital (PTD) UGM pada tahun 2019. Menurut Djuhandhani, skripsi Jokowi menjadi satu-satunya dokumen lulusan sebelum tahun 1990 yang tersedia dalam sistem digital. Langkah ini diambil oleh admin sebagai wujud kebanggaan Fakultas Kehutanan terhadap salah satu alumninya yang menjadi tokoh nasional dan presiden. Sementara dokumen kelulusan lainnya baru tersedia hingga lulusan tahun 1990.