Tragedi Pegunungan Arfak: Banjir Bandang dan Longsor Renggut 15 Nyawa, Tim SAR Terus Berupaya

Bencana alam dahsyat melanda Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor yang merenggut nyawa belasan orang. Tim SAR gabungan terus berjuang di tengah kondisi yang sulit untuk mencari korban yang masih hilang.

Tim SAR kembali menemukan lima jenazah pada hari Kamis (22/5/2024), menambah daftar panjang korban meninggal dunia menjadi 15 orang. Operasi pencarian intensif terus dilakukan untuk menemukan empat orang lainnya yang dilaporkan hilang akibat bencana ini.

"Tim berhasil menemukan lima jenazah korban yang tertimbun material longsor. Seluruh korban dievakuasi menggunakan ekskavator dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujar Kepala Basarnas Manokwari, Yefri Sabaruddin.

Sebanyak 96 personel gabungan dari berbagai instansi terlibat dalam operasi pencarian sejak pagi hari. Medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam upaya pencarian dan evakuasi korban. Penemuan kelima korban tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIT, setelah tim melakukan penyisiran di area yang terdampak longsor.

"Dengan penemuan ini, total korban meninggal dunia yang telah ditemukan menjadi 15 orang, dari total 19 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang. Masih ada 4 korban yang belum ditemukan," jelas Yefri Sabaruddin.

Operasi pencarian melibatkan tim yang dibagi menjadi beberapa bagian, termasuk tim pencari, tim evakuasi, dan tim pemantau cuaca. Koordinasi yang solid antar tim menjadi kunci keberhasilan dalam menemukan korban dan meminimalisir risiko bagi para petugas di lapangan. Kondisi cuaca yang ekstrem menjadi perhatian utama, mengingat potensi terjadinya longsor susulan masih tinggi.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, menjelaskan bahwa pencarian sempat dihentikan sementara akibat hujan deras yang mengguyur lokasi longsor. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan tim SAR dan menghindari risiko terjadinya kecelakaan. Tim gabungan kembali ke posko utama untuk berkoordinasi dan mempersiapkan strategi pencarian selanjutnya.

Pencarian akan dilanjutkan setelah kondisi cuaca membaik. Diharapkan, seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman alam. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat perlu meningkatkan upaya pencegahan dan mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Upaya yang Dilakukan:

  • Pencarian intensif oleh tim SAR gabungan
  • Evakuasi korban menggunakan ekskavator
  • Identifikasi korban di RS Bhayangkara Polda Papua Barat
  • Pemantauan cuaca untuk mengantisipasi longsor susulan
  • Koordinasi antar tim untuk efektivitas pencarian

Tantangan:

  • Medan yang berat dan sulit dijangkau
  • Cuaca ekstrem dan potensi longsor susulan
  • Keterbatasan sumber daya

Harapan:

  • Semua korban yang hilang dapat segera ditemukan
  • Keluarga korban diberikan kekuatan
  • Peningkatan kesiapsiagaan bencana di masa mendatang