Anjloknya Harga Bitcoin: Reaksi Pasar terhadap Cadangan Strategis AS
Anjloknya Harga Bitcoin: Reaksi Pasar terhadap Cadangan Strategis AS
Harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan sebesar 5 persen pada Senin pagi (10/03/2025), mencapai angka US$ 81.712 per koin menurut data Coin Metrics. Penurunan ini terjadi di tengah volatilitas pasar yang tinggi, dan merupakan reaksi atas perintah eksekutif Presiden AS yang baru-baru ini dikeluarkan untuk pembentukan cadangan strategis Bitcoin. Perintah tersebut, yang diumumkan pekan lalu, menetapkan bahwa cadangan ini akan dibiayai dari aset Bitcoin yang telah disita dalam kasus-kasus pidana dan perdata, bukan melalui pembelian langsung oleh pemerintah AS. Ketidakjelasan mekanisme pengadaan dan skala cadangan tersebut nampaknya telah mengecewakan sebagian investor yang mengantisipasi langkah yang lebih agresif dari pemerintah.
Penurunan harga Bitcoin bukan hanya fenomena yang berdiri sendiri. Pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan tren negatif, dengan Ethereum dan XRP mengalami penurunan sekitar 7,5 persen pada pagi hari di Singapura. Meskipun demikian, sentimen pasar masih terbagi. Beberapa analis berpendapat bahwa pembentukan cadangan strategis Bitcoin oleh pemerintah AS memiliki implikasi positif jangka panjang bagi masa depan aset kripto ini.
Matt Hougan, kepala investasi di Bitwise Asset Management, misalnya, menyatakan keyakinannya bahwa pasar telah salah mengartikan dampak perintah eksekutif tersebut. Ia berpendapat bahwa kekecewaan pasar yang terjadi di jangka pendek disebabkan oleh harapan yang terlalu tinggi, yaitu harapan akan akuisisi Bitcoin dalam jumlah besar oleh pemerintah. Hougan menunjuk pada komentar David Sacks, Kepala President's Council of Advisors on Science and Technology (PCAST), yang menekankan pentingnya strategi netral anggaran untuk akuisisi Bitcoin tambahan, dengan menghindari beban tambahan bagi wajib pajak.
Lebih lanjut, Hougan berargumen bahwa perintah eksekutif ini memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan status Bitcoin sebagai aset penting secara geopolitik. Ia memprediksi bahwa langkah AS ini akan mendorong negara-negara lain untuk mengikuti jejak serupa, menciptakan dampak domino di pasar global.
"Pertanyaan yang tepat adalah apakah perintah eksekutif ini membuat Bitcoin lebih mungkin menjadi mata uang atau aset yang penting secara geopolitik di masa mendatang? Akankah pemerintah lain berusaha mengikuti jejak AS? Jawabannya, menurut saya, ya," ujar Hougan. Ia menambahkan, "Pertanyaan inilah yang menentukan apakah Bitcoin bernilai US$ 80.000 atau US$ 1 juta per koin." Hougan optimis bahwa penurunan harga saat ini bersifat sementara dan pasar akan segera pulih, menyadari manfaat jangka panjang dari langkah pemerintah AS terhadap industri kripto.
Kesimpulannya, anjloknya harga Bitcoin merupakan respons terhadap ketidakpastian yang mengelilingi pembentukan cadangan strategis Bitcoin oleh pemerintah AS. Walaupun terjadi penurunan harga signifikan di jangka pendek, beberapa analis tetap optimis, memperkirakan dampak positif jangka panjang atas pengakuan implisit terhadap Bitcoin sebagai aset strategis oleh negara adikuasa dunia.