IHSG dan Rupiah Awali Perdagangan dengan Kinerja Positif

Pada pembukaan perdagangan hari Jumat (23/5/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal positif dengan bergerak ke zona hijau. Hal serupa juga terjadi pada mata uang Rupiah yang mengalami penguatan di pasar spot.

Pergerakan IHSG

Pada pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat berada di posisi 7.198,48, mengalami kenaikan sebesar 31,50 poin atau 0,44 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 7.166,98. Data RTI menunjukkan bahwa 227 saham berhasil mencatatkan kenaikan, sementara 116 saham mengalami penurunan. Sebanyak 218 saham lainnya berada dalam posisi stagnan. Nilai transaksi yang tercatat hingga saat ini mencapai Rp 715,99 miliar dengan volume perdagangan mencapai 850,18 juta saham.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, memberikan pandangannya terkait performa IHSG. Ia menjelaskan bahwa di tengah gejolak pasar saham Asia, IHSG justru mampu menunjukkan ketahanannya dengan tetap berada dalam tren positif. Menurutnya, IHSG saat ini berada pada jalur yang tepat setelah meredanya volatilitas pasar yang dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal.

Secara teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi bahwa IHSG berpotensi mengalami penguatan terbatas dengan level support dan resistance berada di rentang 7.020–7.175.

Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menambahkan bahwa IHSG telah berhasil menembus level 7.187 dan diperkirakan akan melanjutkan tren kenaikannya menuju resisten berikutnya di 7.261. Meskipun demikian, ia mengingatkan akan adanya potensi konsolidasi atau koreksi jika IHSG turun di bawah level 7.109.

Pergerakan Bursa Asia

Bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Strait Times mengalami penurunan sebesar 0,20 persen (7,82 poin) di level 3.872,27. Shanghai Composite naik 0,17 persen (5,62 poin) di level 3.385,81. Nikkei 225 naik 0,72 persen (267,20 poin) di level 37.253,10, dan Hang Seng naik 0,39 persen (91,41 poin) di level 23.635,73.

Pergerakan Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS di pasar spot pada pagi hari ini juga menunjukkan penguatan. Data Bloomberg menunjukkan bahwa pada pukul 09.09 WIB, Rupiah berada pada level Rp 16.321 per Dolar AS, menguat sebesar 6,5 poin atau 0,04 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 16.327,5 per Dolar AS.

Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, menjelaskan bahwa pelemahan Dolar AS dipicu oleh kekhawatiran terkait penumpukan utang AS. Selain itu, rencana pemotongan pajak oleh pemerintahan Trump juga berpotensi meningkatkan pengeluaran pemerintah dan memperlebar defisit fiskal. Investor juga menantikan hasil pertemuan menteri keuangan G7 di Kanada yang diharapkan membahas stabilitas ekonomi global dan volatilitas pasar mata uang.

Ibrahim memproyeksikan bahwa nilai tukar Rupiah hari ini akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup menguat di rentang Rp 16.240-Rp16.330.