Ethel Caterham: Kisah Inspiratif Manusia Tertua di Dunia dan Rahasia Panjang Umurnya

Ethel Caterham, seorang wanita berusia 115 tahun dari Surrey, Inggris, baru-baru ini meraih gelar sebagai manusia tertua di dunia yang masih hidup. Pencapaian luar biasa ini memicu rasa ingin tahu tentang rahasia di balik umur panjangnya.

Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengungkap faktor-faktor yang berkontribusi pada umur panjang. Meskipun meniru gaya hidup para supercentenarian seperti Caterham mungkin tidak selalu memungkinkan atau disarankan, studi menunjukkan adanya pola perilaku dan kebiasaan yang konsisten di antara mereka yang hidup sehat dan berumur panjang.

Kebiasaan-Kebiasaan yang Berkaitan dengan Umur Panjang

Beberapa kebiasaan utama yang terkait dengan umur panjang meliputi:

  • Aktivitas Fisik Teratur: Aktivitas fisik telah lama dikaitkan dengan umur panjang. Bahkan, aktivitas sederhana seperti berjalan cepat selama 75 menit setiap minggu dapat memperpanjang harapan hidup hingga dua tahun. Penting untuk diingat bahwa gaya hidup sedentary atau kurang gerak juga memiliki dampak negatif. Terlalu lama duduk dapat meningkatkan risiko kematian dini, bahkan jika seseorang berolahraga secara teratur. Oleh karena itu, disarankan untuk berdiri setiap 30 menit, berjalan ke rekan kerja daripada mengirim pesan, dan berdiri saat menggunakan transportasi umum.
  • Pola Makan Sehat dan Seimbang: Pola makan memainkan peran penting dalam menentukan usia dan kesehatan. Individu yang mencapai usia 70 tahun dengan kondisi sehat umumnya mengonsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Mereka juga cenderung mengurangi konsumsi daging olahan, makanan yang digoreng, dan makanan tinggi gula. Tidak perlu menjadi seorang vegan sepenuhnya, tetapi mengurangi konsumsi daging merah dan lemak trans, serta mengatur pola makan dengan baik, termasuk melakukan puasa berkala, dapat memberikan manfaat positif. Penelitian awal menunjukkan bahwa diet puasa selama tiga minggu dapat mengubah metabolisme tubuh ke arah yang lebih sehat, meskipun efek jangka panjangnya masih perlu diteliti lebih lanjut.
  • Tidur Cukup dan Teratur: Pola tidur yang teratur adalah kunci kesehatan jangka panjang. Studi terhadap lebih dari 500.000 orang di Inggris menemukan bahwa pola tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko kematian dini hingga 50 persen. Pekerja shift, seperti perawat yang bekerja dengan sistem shift selama bertahun-tahun, cenderung mengalami masalah kesehatan dan meninggal lebih awal dibandingkan dengan mereka yang memiliki jadwal tidur tetap. Meskipun kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda, disarankan untuk tidur antara 7 hingga 9 jam setiap malam secara konsisten.
  • Manajemen Stres dan Hubungan Sosial yang Baik: Stres kronis dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan, terutama jika dialami sejak usia muda. Pengalaman traumatis seperti kehilangan orang tua, pengabaian, atau kekerasan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan menurunkan kualitas kesehatan di usia tua. Sebaliknya, individu lanjut usia yang memiliki ketahanan mental terhadap stres dan aktif secara sosial cenderung memiliki harapan hidup yang lebih tinggi. Orang berusia di atas 65 tahun yang aktif secara sosial setiap hari memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk hidup lima tahun lebih lama dibandingkan dengan mereka yang jarang bersosialisasi.

Peran Genetika

Genetika memang memainkan peran dalam menentukan umur panjang, dengan perkiraan kontribusi sekitar 20-40%. Beberapa mutasi gen tertentu lebih umum ditemukan pada individu yang berumur panjang. Namun, gen bukanlah satu-satunya faktor penentu. Contohnya, Ethel Caterham memiliki saudara perempuan yang hidup hingga usia 104 tahun, tetapi kedua putrinya meninggal pada usia 71 dan 83 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup tetap memiliki peran penting, bahkan jika seseorang mewarisi gen umur panjang.