Tokoh Masyarakat Manggarai Menepis Isu Tawuran Sebagai Kedok Peredaran Narkoba

Tanggapan keras muncul dari berbagai elemen masyarakat Manggarai terkait dugaan bahwa aksi tawuran yang kerap terjadi di wilayah mereka menjadi modus operandi untuk penyelundupan narkoba. Aprizal, seorang warga RW 12 Manggarai, dengan tegas membantah keterkaitan antara tawuran dan peredaran narkoba di lingkungannya. Bantahan ini disampaikan saat ia menghadiri acara Manggarai Bershalawat yang diselenggarakan pada hari Jumat (23/5/2025). Aprizal mengakui pernah mendengar isu serupa terjadi di Pasar Rumput, namun ia memastikan bahwa hal itu tidak pernah terjadi di Manggarai.

Senada dengan Aprizal, Ketua RW 05 Manggarai, Rima, juga menepis anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tawuran di Manggarai seringkali terjadi secara spontan akibat kesalahpahaman antar warga. Menurutnya, isu penyelundupan narkoba memang kerap muncul setiap kali terjadi tawuran, namun ia secara pribadi tidak pernah melihat adanya indikasi ke arah tersebut. Ketua RT 05 RW 04 Manggarai, Muhammad Zaki, juga menyampaikan bantahan serupa. Ia dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada praktik penyelundupan narkoba yang memanfaatkan aksi tawuran di wilayahnya. Zaki sependapat dengan Rima bahwa pemicu utama tawuran di Manggarai adalah kesalahpahaman yang berujung pada aksi saling provokasi.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggagas program "Manggarai Bershalawat" sebagai upaya untuk meredam aksi tawuran yang sering terjadi di wilayah tersebut. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang meresmikan program ini, berpendapat bahwa tawuran terjadi akibat energi warga yang tidak tersalurkan dengan baik dan kurangnya lapangan pekerjaan. Ia juga menyoroti pengaruh media sosial sebagai salah satu faktor pemicu tawuran.

Gubernur Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah berupaya memberikan solusi yang komprehensif, tidak hanya melalui kegiatan keagamaan seperti bershalawat, tetapi juga dengan mengatasi akar masalah yang mendasari terjadinya tawuran. Upaya tersebut meliputi penyediaan lapangan pekerjaan, bantuan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan pembangunan fasilitas olahraga seperti lapangan futsal.

Dengan demikian, fokus utama adalah menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi warga Manggarai, memberikan mereka harapan akan masa depan yang lebih baik, dan mengarahkan energi mereka ke kegiatan yang positif dan produktif.