Warga Minta Pemerintah Daerah DKI Jakarta Fokus pada Akar Masalah Tawuran di Manggarai
Sejumlah warga Manggarai mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait efektivitas program Manggarai Bershalawat yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menangani masalah tawuran yang sering terjadi di wilayah tersebut. Mereka berpendapat bahwa program tersebut belum menyentuh akar permasalahan yang mendasari konflik antar pemuda.
Guntur, seorang warga berusia 30 tahun, menyampaikan harapannya agar Pemprov DKI Jakarta lebih proaktif dalam mengidentifikasi dan mengatasi akar masalah yang menjadi penyebab utama tawuran di Manggarai. Ia mengusulkan agar Pemprov mengadakan diskusi yang melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga tingkat RT, untuk mencari solusi komprehensif terhadap konflik yang terjadi.
"Saya berharap, ada ruang dialog yang dibuka antara semua pihak. Mulai dari Pemprov, RT, tokoh masyarakat, sampai tokoh pemuda, supaya kita bisa sama-sama cari tahu apa sebenarnya yang mereka ributkan," ujar Guntur.
Guntur juga menyoroti banyaknya majelis ilmu dan pengajian yang rutin diadakan di Manggarai. Meskipun demikian, ia menyayangkan bahwa tawuran antar RW masih kerap terjadi dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa pendekatan keagamaan saja belum cukup untuk menyelesaikan masalah ini.
"Di Manggarai ini banyak sekali majelis ilmu, tapi tetap saja tawuran masih sering terjadi," katanya.
Senada dengan Guntur, Rina, warga lainnya yang berusia 40 tahun, juga berpendapat bahwa program Manggarai Bershalawat kurang efektif dalam meredam aksi tawuran. Ia menekankan pentingnya melibatkan langsung para pelaku tawuran dalam upaya pencegahan.
"Menurut saya, program seperti ini kurang efektif. Seharusnya, peserta tawuran itu yang harus dilibatkan," kata Rina.
Rina mengungkapkan bahwa kepanitiaan acara Manggarai Bershalawat justru didominasi oleh orang-orang yang tidak terlibat langsung dalam tawuran. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan program tersebut kurang efektif.
"Setahu saya, hanya pihak tertentu saja yang terlibat, sementara peserta tawurannya tidak dilibatkan," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta telah meresmikan program Manggarai Bershalawat sebagai upaya untuk meredam aksi tawuran yang sering terjadi di Jalan Raya Manggarai Utara, Jakarta Selatan. Gubernur menjelaskan bahwa ide program ini muncul dari pertanyaan awak media mengenai langkah yang akan diambil untuk menghentikan tawuran.
"Sebenarnya, ide Manggarai Bershalawat ini muncul dari teman-teman media, dan saya memfasilitasi untuk itu. Tetapi yang paling utama adalah kita harus tahu apa akar masalah dari perkelahian ini," ungkap Gubernur.