LPS Dorong Transformasi Digital BPR/BPRS Guna Tingkatkan Daya Saing
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor keuangan mikro melalui dukungan transformasi digital bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing BPR/BPRS di era digital yang semakin kompetitif.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan hal ini saat membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) di Yogyakarta. Ia menyatakan bahwa LPS akan menyediakan sistem informasi yang dirancang khusus untuk:
- Meningkatkan kualitas tata kelola.
- Memperkuat pelaporan keuangan.
- Mendorong digitalisasi proses operasional secara menyeluruh.
Purbaya menambahkan, implementasi sistem ini akan dimulai tahun ini melalui proyek percontohan di beberapa BPR/BPRS. Hasil dari proyek percontohan ini akan dievaluasi dan diperbaiki sebelum diterapkan secara luas di seluruh BPR/BPRS.
Transformasi digital ini diharapkan dapat memperkuat posisi BPR/BPRS dalam melayani segmen masyarakat yang belum terjangkau oleh bank umum. Kepatuhan industri terhadap kewajiban kepada LPS juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR/BPRS. Data LPS menunjukkan bahwa hingga Maret 2025, sebanyak 15,58 juta rekening nasabah BPR/BPRS dijamin penuh, mencakup sekitar 99,98 persen dari total rekening yang ada.
Munaslub Perbarindo ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, serta jajaran pengurus pusat Perbarindo. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya peningkatan kualitas dan daya saing BPR/BPRS di Indonesia.